Suku Cadang Tersedia Dalam Jangka Waktu yang Lama ( >5th )
Banyak pesawat sinar x yang menjadi besi rongsokan karena kendala suku cadang yang sudah tidak tersedia (discontinue). Memang dalam perhitungan umum berbisnis, break event point (BEP) kembali dalam aktu 3(tiga) tahun. Permasalahan akan timbul saat BEP belum terjadi hingga 5 tahun, atau mungkin pengusaha instalasi/investor menginginkan keuntungan lebih dari kepemilikan pesawat sinar x tetapi saat pesawat tersebut rusak dan tidak memiliki suku cadang karena telah discontinue. Sudah menjadi pengalaman kita bahwa teknologi komputer akan terus berevolusi setiap tahun. Menjadi pemikiran berikutnya saat kita kaitkan bahwa teknologi komputer menjadi pendukung teknologi pesawat sinar x sekarang ini. Yakinkan bahwa sukucadang pesawat sinar x dan pendukungnya tersedia hingga lebih dari 5 (lima) tahun
Perbaikan Dan Perawatan Benar-benar Terjamin
Seringkali Customer terjebak dengan merk produk yang populer saat memilih produk, tanpa mempelajari riwayat perawatan setelah garansi telah usai. Yang jadi pertanyaan bagi customer adalah, apakah customer diberi kemudahan bisa perbaiki sendiri produk yang dibeli? apakah suku cadangnya biasa dibeli di banyak tempat?
memonopoli perbaikan dan penjualan spare part seringkali dilakukan oleh para Importer produk. strategi tersebut sudah menjadi rahasia umum. tapi yang jadi masalah apakah importer responsive saat menerima komplen? apakah importer tidak “nggetok” harga spare part sehingga menguras budget perbaikan customer? atau malah jangan –jangan telp yang dihubung tidak aktif?
Pilih Pesawat Sinar-X Sesuai Kebutuhan dan Peraturan Yang Ada
Customer sering terjebak dengan tawaran produk pesawat rontgen yang memiliki spesifikasi tinggi padahal jika menilik pada kondisi sendiri, sesungguhnya tidak membutuhkan spesifikasi terlalu tinggi. “Jebakan” ini sering di lakukan oleh penjual, agar customer memaklumi, perbedaan harga yang cukup mahal, sehingga seringkali dikeluarkan pameo “Harga membawa kualitas”.
Memang pameo diatas bisa jadi benar, tapi jika dipakai untuk hal yang merugikan customer, bisa jadi sebaliknya. sebagai contoh: di RS A membutuhkan pesawat radiologi untuk pemeriksaan pasien sehari maksimal 100 pasien, yang menajdi pemikiran,untuk apa pihak RS membeli pesawat rontgen dengan spesifikasi untuk pemeriksaan hingga 1.000 pasien. jika alasan memilih pesawat rontgen karena factor prestise mungkin syah saja membeli produk dengan spesfikasi berlebih. tapi yang harus dipikirkan juga adalah berpikir Break event point. toh pasien juga tidak pernah menanyakan, akan dilakukan pemriksaan radiografi menggunakan alat rontgen harga berapa ya?